Selasa, September 20, 2011

Indonesia Semakin Tidak aman ???

Kriminalitas yang terjadi baru-baru ini cukup menarik untuk diamati. Pembunuhan dan perampokan yang "cara"-nya semakin canggih. Yang menarik diamati bukan dari kejadiannya, tapi respon yang muncul setelah kejadian.



Sering sekali saya mendengar orang tua menghibur anak balita-nya ketika jatuh, "oh.... lantainya nakal ya........." atau "oh..... kursinya nakal ini........." sambil memukul lantai atau kursi tadi, kemudian si anak akan berhenti menangis. Satu cara yang sangat ampuh, daripada repot-repot mendiamkan anaknya yang nangis karena jatuh tadi. Atau memberi ancaman "kalo sudah mahgrib jangan main diluar, nanti digondol wewe!" dan banyak lagi ancaman-ancaman halus seperti itu. Mungkin anda sendiri juga melakukan itu :)

Pada orang dewasa, pola-pola seperti itu juga masih terjadi. Tentunya dengan kasus yang memang porsi orang dewasa. Seperti kasus perkosaan di angkutan umum di Jakarta. Mencuat (agak lebay :p) omongan dari Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo. "Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga," kata Foke sembari bercanda. "Sama kayak orang naik motor, pakai celana pendek ketat lagi, itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang." Meski setelah itu dia minta maaf atas perkataannya yang rawan diterjemahkan ke berbagai maksud.

Perkataan si Bowo memang tidak sekasar pernyataan Bupati Aceh Barat, Ramli Mansur, dia mengatakan "perempuan di Aceh Barat yang tidak berpakaian sesuai Syariah Islam layak diperkosa". Kedua pejabat tersebut punya kesalahan berpikir yang sama, bila laki-laki terangsang, maka itu salah perempuan. Bayangkan bila pernyataan tadi dinilai sebagai "poin yang meringankan terdakwa", berapa banyak peningkatan kasus perkosaan yang akan terjadi.

Kalau memang penyebab perkosaan karena si korban yang berpakaian minim atau seksi, harusnya dia melakukan survey dulu sebelumnya, berapa kasus yang korbannya berpakaian minim, berapa kasus yang korbannya berpakaian wajar, atau mungkin ada yang berjilbab. Dengan kata-kata si Bowo seperti itu, secara tidak langsung bisa diterjemahkan "Salah sendiri pake pakaian minim". Jadi bisa dilihat si Bowo malah menyalahkan si korban. Kalau cara berpikirnya seperti itu, kenapa di persidangan tidak ada satu keputusan yang meringankan terdakwa, karena "korban berpakaian minim".

Padahal berpakaian itu belum tentu keinginan si korban, banyak perusahaan yang mengharuskan pegawainya berseragam, terutama untuk pegawai yang berhubungan dengan pelanggan secara langsung, hampir seluruhnya berpakaian minim atau seksi, atau minim dan seksi, orang-orangnya pun dipilih yang bertubuh bagus. Belum pernah saya melihat SPG yang berpakaian burka, seandainya mengenakan rok panjang hingga mata kaki, tapi belahannya pasti sampai di atas lutut.

Kenapa cara berpikir si Bowo seperti itu ? Mungkin seperti yang saya jelaskan pada awal artikel ini. Cara-cara berpikir seperti itu, mungkin karena terbawa didikan dari kecil. Tanpa berpikir panjang, yang terlintas di pikiran saat itu langsung diucapkan. Banyak juga orang yang berpikir sama dengan si Bowo. Seharusnya para pejabat itu mulai berpikir untuk meningkatkan perlindungan keamanan terhadap pengguna angkutan umum, terutama perempuan. Soal caranya, itu sudah kewajiban mereka berpikir, sesuai gaji dan jabatan yang disandangnya.

Kemudian muncul balasan dari perempuan-perempuan yang memprotes ucapan si Bowo, sebagian peserta demo menggunakan rok mini. “Banyak yang menyalahkan korban perkosaan karena pakai rok mini termasuk Gubernur Fauzi Bowo. Padahal, yang pakai jilbab juga banyak yang menjadi korban perkosaan. Jadi perkosaan itu bukan faktor pakaian korban,” kata juru bicara aksi, Dhyta Caturani, kepada okezone, Minggu (18/9/2011).

Perlu diingat, budaya daerah di Indonesia bermacam-macam, di Bali masih ada perempuan yang bertelanjang dada, meski saat ini mungkin tinggal generasi nenek-nenek. Apakah pada saat nenek-nenek itu masih muda kejadian perkosaan tinggi ? Di Papua hingga saat ini masih ada suku-suku terpencil yang perempuannya bertelanjang dada, apakah perkosaan disana tinggi ? Karena sebenarnya peningkatan kasus perkosaan itu karena menurunnya pendidikan moral.

0 comments: