
Sejak komputer pertama ditemukan, tiap tahun diperkenalkan teknologi yang semakin mudah digunakan. Mungkin anda lupa bagaimana komputer yang kita pakai pada periode 1990-1995. Kita semua saat itu hanya mengenal CPU, monitor dan keyboard. Dimanakah mouse-nya ? Saat itu mouse belum punya manfaat. Sistem operasi yang ada hanya DOS dengan fasilitas command line. Applikasi yang sudah user friendly pada saat itu, hanya Norton Utility. Bila maju lima tahun ke depan, saya mulai menikmati Windows yang tampil dalam bentuk grafis, yaitu Windows 3.1, di lab komputer sekolah. Meski dirumah saya tetap menggunakan DOS. Kemudian maju lagi pada sekitar 2000-2005, setidaknya saya sudah setara dengan warga Indonesia kebanyakan, dimana komputer yang saya pakai masih up to date (pada saat itu), sistem operasi juga masih memenuhi syarat. Tapi teknologi komputer masih tidak jauh beda dari saat pertama saya menggunakan Windows 3.1. Orang gaptek-pun tetap saja tidak bisa berbuat banyak dengan teknologi saat itu.
Namun perlu diketahui, teknologi telepon genggam mulai banyak digunakan orang, meski saat itu telepon genggam secara umum hanya digunakan untuk telepon (sesuai fungsi utamanya) dan sms. Mungkin masih ada yang ingat, pada antara 1997-2000, muncul perdebatan para ahli komputer, "apakah mungkin menampilkan gambar porno pada telepon genggam". Pada saat itu saya membayangkan, tampilan cewek bugil pada layar handphone yang dot matrix :)
Maju lagi 5 tahun, pada range 2000-2005. Mulailah perubahan teknologi komputer melebar ke peralatan yang lebih mudah dibeli, yaitu handphone. Meskipun pembagian saya kurang valid, karena saya tahu handphone sejak teknologi AMPS-pun, itu sudah menggunakan "komputer". Namun pada range ini, sudah dikenal bahaya virus yang handphone. Telepon genggam sudah mulai menyerupai komputer. Bisa hang, bisa lemot, harus restart. Istilah yang biasanya hanya kita pakai pada komputer. Dan debat para ahli komputer pada 5 tahun sebelumnya sudah terbukti, handphone sudah bisa menampilkan gambar, meskipun resolusi gambar masih kasar. Pada periode ini, handphone sudah bisa digunakan untuk internet, meski lemotnya minta ampun. Web yang diakses masih terbatas karena masih sedikit website yang menggunakan protokol WAP.
Pada range 2006-2010 mungkin belum terlalu jauh berubah. Tapi pada range itu, saya sudah membaca artikel lemari es yang terhubung dengan internet. Dalam bayangan saya saat itu, apa bedanya dengan menempelkan layar LCD pada lemari es saya, dan saya gunakan untuk browsing ? Pada akhir periode ini, teknologi handphone sudah sama dengan komputer, memiliki sistem operasi, bisa install applikasi, internet sudah umum diakses, bahkan untuk orang-orang yang semula gaptek, bisa berubah 180 derajat, menjadi rajin update status di facebook, twitter. Para produsen handphone harusnya berterima kasih pada facebook, gara-gara dia, penjualan handphone laku keras.
Malam ini, sambil brosing saya nonton tv, atau sambil nonton tv saya browsing :) Film yang sedang ditayangkan berjudul "The Mistress of Spices". Mumpung sambil tadi, saya cari di google. Ternyata film ini ditayangkan pertama kali pada tahun 2005, dibuat dari novel dengan judul yang sama. Dari iseng ini, muncul ide membuat artikel ini. Ditambah belum lama ini saya melihat iklan tv yang bisa dipakai untuk internetan. Balik lagi, apakah itu komputer yang bisa dipakai buat nonton tv ? Kalau yang itu, sejak kuliah dulu, sudah dijual tv tuner, lebih murah bagi anak kos yang punya komputer. Dengan membeli sekitar 150 ribu sampai 250 ribu, sudah bisa nonton tv yang paling murah saat itu sekitar 700 ribuan. Biaya tambahan listrik kos juga hanya untuk komputer, tapi fasilitas komputer plus tv.
Dengan munculnya Apple iPhone dan Apple iPad, teknologi komputer sudah berubah lagi. Kali ini, orang gaptek-pun, bisa mengoperasikannya setelah sedikit training tentunya :) Bahkan sayapun yang pastinya tidak gaptek tetap harus mendapat training untuk bisa mengoperasikan produk Apple tersebut. Sama juga dengan produk tv yang bisa dipakai internetan diatas, dengan sedikit training, orang yang gaptek-pun nantinya bisa internetan, seperti saat saya mencari info film yang saya tonton tadi. Bahkan saya sekalian mencari dan men-download novelnya dalam bentuk pdf :)
Ke depan, bila siaran televisi sudah digital, bakal ada artikel tambahan disamping berita atau film yang ditayangkan, yang langsung dicari pada google atau mungkin pengganti google pada masa itu. Bila film sedang tayang, bila layar film diset 75%, 25%-nya untuk internet, akan ditampilkan artikel apa saja yang ditemukan pertama pada search engine. Caranya seperti pada text subtitle film dvd, pada detik sekian muncul text ini, dan bisa ditambahkan link internet untuk dicari pada search engine saat itu. Bayangkan saat muncul Aishwarya Rai sedang meramu jamu, pada layar samping akan muncul halaman wikipedia profil Aishwarya Rai :)
Dari artikel ini, entah wajar atau tidak, entah anda sadari atau tidak, bagian pengantarnya memakan porsi 60% dari total artikel, yaitu 5 alinea dan hanya 3 alinea bagian utamanya :)
0 comments:
Poskan Komentar