Ternyata ada beberapa cara, bagaimana nomor hp kita bisa diketahui oleh pengirim iklan. Cara yang ternyata mungkin juga dipakai oleh sales-sales kartu kredit. Mereka membeli nomor-nomor hp yang aktif dari para penjual pulsa elektronik. Sangat murah juga, 1 nomor seharga Rp. 2. Tapi sangat mengganggu bagi kita yang menerima sms iklan tersebut. Semula saya mengira pihak operator yang "menjual" nomor-nomor yang aktif saat ini. Setelah membaca berita detik 20111026, kita tidak akan bisa lagi meminta operator untuk menghentikan sms iklan, seperti yang beberapa tahun lalu pernah saya lakukan, karena pelakunya tidak hanya operator, karena bisa dari pihak lain juga. Saat itu dalam satu hari saya bisa menerima lebih dari 10 sms iklan, bahkan di tengah malam. Sayangnya, pada saat itu belum terpikir untuk mengecek ulang nilai pulsa saya.
Alat atau program sms otomatis memang sudah lama ada. Biasanya dimanfaatkan oleh media radio, televisi atau perusahaan untuk menerima (saja) sms dari pemirsanya, misalnya request lagu, traffic report, dan yang paling menguntungkan adalah sms dukungan pada peserta kontes-kontes di televisi. Per sms seharga Rp. 2000, dan yang gila, ada juga pengirim yang sengaja membeli alat tersebut untuk mengirimkan sms dukungan biar jarinya tidak pegal. Tinggal ketik pesan, isi nomor tujuan dan jumlah sms yang akan dikirim. Pada awal-awal maraknya kontes di televisi, penjualan sms bomber tersebut cukup laris di kalangan produsen elektronik, mengapa saya sebut produsen ? Karena sejauh ini belum pernah saya temukan alat sms bomber tadi yang ber-merk, semuanya buatan lokal, hanya orang-orang yang paham elektronika saja yang mampu membuatnya.
Bagi pelaku, memang hal itu tidak melanggar undang-undang, karena mereka hanya tahu nomor saja, tanpa mengetahui nama dan alamat pemilik nomor tersebut. Mereka menganggap cara itu persis seperti saat membagikan brosur di mal-mal atau di pinggir jalan. Tapi bagi penerima sms spam, privasi kita sudah dilanggar. Kita tidak pernah ditanya apakah mau menerima sms iklan tersebut. Tidak pernah ditanya juga, berapa banyak sms iklan yang bakal kita terima tiap hari. Lagian, apa untungnya juga kita menerima sms spam tersebut, sedangkan spam di email saja, kita biarkan tidak dibaca hingga dihapus oleh yahoo atau google setelah lewat 30 hari.
Apakah dengan "ditutupnya" sms reg 4 digit ini (entah sementara atau selamanya), akan menyebabkan biaya telp dan biaya sms naik? Apakah juga bonus sms, telepon atau gratis internet bakal berkurang? Kita lihat saja nanti, karena salah satu pendapatan provider adalah dari situ. Pertama dari pembagian hasil, yang kedua dari penjualan pulsa yang bisa habis total tersedot sms premium. Saya juga menunggu para analis menghitung-hitung perubahan pendapatan para provider, perubahan jumlah kartu yang dihanguskan karena proses unreg yang tidak pernah berhasil.
Bila mereka berdalih tidak semua CP yang beroperasi melakukan kecurangan, bahkan ditutupnya operasi CP akan mematikan industri kreatif. Apakah anda semua sudah lupa ? Pernah satu kali saya ditegur teman, "dengaren pake ringtone dangdut", padahal jelas-jelas semua teman saya tahu, saya tidak doyan lagu dangdut. Siapa yang lancang memasang ringtone dangdut pada nomor saya, dan begitu curangnya mereka, bila telah lewat 30 hari masa gratis, maka pulsa saya akan otomatis dipotong untuk membayar royalti lagu yang dipasang. Apakah industri kreatif itu yang dimaksud ? Saya harus menelpon ke customer service untuk menghapus lagu itu, dimana saya harus dipotong pulsa lagi, karena nomor telepon gratis yang disediakan selalu online.
Untuk dukungan pulau Komodo sebagai kandidat 7 keajaiban dunia, saya absen aja deh. Meskipun sekarang hanya berharga Rp. 1 untuk setiap sms, dari semula Rp. 1000. Apa ada jaminan nanti nomor saya bakal aman dari spam CP itu ? Apakah anda semua yakin, hanya Rp. 1 yang dipotong dari setiap sms yang anda kirimkan ? Kalau memang pemerintah menginginkan pulau Komodo menang, ya beli saja berapa ribu nomor, berapa ribu sms bomber, isi masing-masing sebesar 100 ribu rupiah, kirimkan semua, tanpa sms kita, jumlah tadi sudah menang, karena cuma dibutuhkan 30 juta sms. Kenapa kita yang kita yang sedang ilfil kasus CP malah disuruh ikut CP lagi.
Referensi :
http://www.detiknews.com/read/2011/10/25/141254/1752186/10/wah-satu-nomor-ponsel-dijual-2-rupiah-saja?nd992203605
Selasa, 25/10/2011 14:12 WIB
Marak SMS Iklan
Wah! Satu Nomor Ponsel Dijual 2 Rupiah Saja
Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Pengguna ponsel merupakan ladang berharga untuk promosi via SMS. Mengingat nomor ponsel jadi elemen penting promo, data base nomor ponsel pun diperdagangkan. 1 Data nomor ponsel dijual Rp 2 lho!
"Mereka ada yang beli data base juga ke kami. Per nomor beli Rp 2. Ada sekian ratus yang bisa dikirimi," ujar Erwin, pengelola SMS iklan, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/10/2011).
Dia mengklaim memiliki data sejuta nomor ponsel orang Indonesia. Nomor-nomor ini diperoleh Erwin dengan mencari di internet dan kerja sama dengan kios penjual pulsa elektronik.
"Kalau ada yang gagal (tidak aktif lagi) bisa dikembalikan ke kami. Ini untuk keperluan promo, jadi hanya ada nomornya saja dan tidak ada nama pemilik nomor. Meski nomornya regional, kita juga tidak tahu di mana alamat pemilik nomor," papar Erwin.
Sejauh ini, sambung dia tidak ada keluhan atas data base nomor telepon maupun SMS iklan yang dia kelola. Tidak takut data base itu disalahgunakan?
"Kalau mau memaki-maki orang lewat nomor itu, kan tidak tahu juga itu nomornya siapa. Kalau yang penipuan suruh transfer, itu kan sudah banyak imbauan jangan mengirim ke yang tidak dikenal. Belum ada laporan kriminalitas sejauh ini," ujar Erwin yang telah satu tahun menjalankan bisnis tersebut.
Sedangkan bila pengiklan mempercayakan Erwin untuk mengirim SMS iklan, maka biayanya Rp 15 per SMS. Minimal pemesanan adalah SMS ke 10.000 nomor ponsel. Namun Erwin mematok biaya Rp 10 jika pengiriman SMS dilakukan ke 100 ribu nomor HP.
Erwin juga menjual mesin SMS Masal yang merupakan alat untuk menerima dan mengirim SMS dalam jumlah ribuan sampai jutaan SMS sekaligus. Mesin yang bentuknya semacam modem ini dihubungkan dengan komputer.
(vit/fay)
0 comments:
Poskan Komentar